Senin, 14 September 2020


Asalamualaikum wr wb
Bagaimana Kabarnya Hari Ini?
Semoga semuanya da dlam Lidungan Allah SWT
Alhamduliullaah Washolatu Wasalamu 'al a Rasulillaah

Sebelum dilanjutkan Bapa mengulas dulu Materi Seputar hari Kiyamat yang berhubungan dengan Alam yang telah, sedang, dan akan dialami manusia  yuk kita lihat dulu tayangan berikut ini:


itulah sedikit ulasan materi  Seputar hari Kiyamat yang berhubungan dengan Alam yang telah, sedang, dan akan dialami manusia.

Selanjutnya yu kita lanjutkan Pembelajaran hari ini dengan membaca materi di bawah ini !

Pada kesempatan ini kita akan Belajar tentang Makna dari Asmaul Husna :
Ash-Shamad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi.

Untuk lebih jelasnya yu Kita baca dulu apa tujuan dari Pembelajaran Kali ini?


Tujuan Pembelajaran
Siswa Dapat :
  • Meyakini adanya Allah Swt. tempat meminta, Maha Berkuasa, Maha Mendahulukan dan Maha Kekal.
  • Menunjukkan sikap peduli sebagai implementasi dari pemahaman makna al-Asmu’u al-Husna: Ash-Shamad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi.
  • Memahami  makna al-Asmu’u al-Husna: Ash-Shamad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi.
  • Membaca al-Asmu’u al-Husna: Ash-Shamad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi.

   Untuk Selanjutnya yu kita baca Materi di bawah ini :

1.   Ash-Shamad
Anak-anak, tahukah arti kata Ash-Shamad  artinya Maha Dibutuhkan  (tempat meminta). Allah Swt. Maha Dibutuhkan, Allah Swt. menjadi tempat  manusia bersandar. Manusia harus mengakui sifat Maha Dibutuhkannya Allah
Swt. dalam perilaku sehari-hari. Kita suka memberikan bantuan seperti Allah Swt.  senantiasa membantu kita.
Anak-anak, pernahkah kalian melihat kumpulan semut yang menggotong makanan bersama-sama? Kita jangan kalah dengan semut. Kawanan semut sangat  peduli terhadap beban kawannya. Bahkan, ketika bertemu dengan sesamanya,  semut selalu menyapa. Perilaku semut ini dapat kita ambil pelajaran. Betapa  indahnya kita bertemu dengan kawan saling menyapa dan membantu.

2.   al-Muqtadir

Arti al-Muqtadiradalah Mahakuasa atau Maha Menentukan. Allah Swt.
Mahakuasa, alam semesta beserta isinya adalah di bawah kekuasaan Allah Swt..
Seperti gunung-gunung yang berdiri tegak, sungai-sungai yang panjang berliku,
tanaman, binatang yang ada di darat dan di laut beraneka rupa. Oleh sebab itu,
kita mensyukuri segala kekuasaan Allah Swt.

3.   al-Muqaddim

Arti al-Muqaddim adalah Maha Mendahulukan. Artinya, Allah Swt. Maha  Mendahulukan atas apa yang diciptakan-Nya. Nah, anak-anak, tentu kalian sudah tahu kursi atau meja yang ada di rumah atau di sekolah. Kursi dan meja dibuat oleh tukang kayu. Siapakah yang lebih dulu ada, tukang kayu atau kursi dan meja?
Tentu saja tukang kayu lebih dulu ada daripada kursi dan meja. Begitu juga Allah Swt. lebih dulu ada daripada makhluk ciptaan-Nya.

4.   Al-Baqi

Nama indah Allah Swt. yang terakhir dibahas pada kesempatan ini adalah Al-Baqi. Apa arti Al-Baqi ? Al-Baqi  adalah Yang Mahakekal. Ada peristiwa, gunung api meletus, banjir bandang, banjir dan kebakaran yang merusak lingkungan. Hal itu menandakan segala sesuatu di atas bumi ini tidak kekal atau rusak. Sebaliknya,
Allah Swt. Mahakekal. Manusia juga tidak kekal. Lihat saja proses manusia dari lahir sampai dengan meninggal.


1.  Mengakui Sifat Ash-Shamad.

Ayo anak-anak, mengulang bacaan dan makna Ash-Shamad.hingga hafal!
Mengulang-ulang bacaan Asmau’ul husna merupakan perbuatan mulia.
Mengulang bacaan Asmau’ul husna menjadi doa. Bukankah makna Ash-Shamad.
adalah Yang Maha Dibutuhkan? Lihat ayat kedua Q.S. al-Ikhlās yaitu:
Artinya: ”Allah Swt. tempat meminta segala sesuatu.” Jadi, kita pun harus selalu
mohon bantuan hanya kepada Allah Swt. Apa yang dapat kita terapkan dari pengakuan atas sifat Ash-Shamad ? Sifat Ash-Shamad antara lain sebagai berikut.

a.  Menjadikan Allah Swt. sebagai tempat meminta yang utama dalam semua keinginan kita yang baik.  

b.  Berusaha menjadi orang bermanfaat bagi orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

c.  Berusaha membantu teman, di sekolah ataupun di rumah dengan tenaga, pikiran, dan tutur kata yang santun.

2.  Mengakui Sifat Al-Muqtadir

Bacalah berulang-ulang lafaz dan makna al-Muqtadir hingga hafal. Arti al-Muqtadir adalah Mahakuasa atau Maha Menentukan. Segala makhluk ciptaan Allah Swt. yang ada di atas dunia ini hidup, bergerak atau mati atas kuasa dan  ketentuan Allah Swt..
Anak-anak, pernahkah kalian merenungkan tentang bentuk tubuh kita?
Kita bernapas dan sangat membutuhkan udara. Andaikata, kamu tidak diberi Allah Swt. udara untuk bernapas, tentunya kamu akan sesak napas seperti ikan  yang diletakkan di atas tanah dan tidak diberi air.
Juga gunung-gunung api  meletus mengeluarkan material yang banyak sehingga merusak rumah-rumah  di sekitarnya, bahkan bisa menelan korban jiwa, dan masih banyak lagi bencana  alam yang menelan korban. Semua peristiwa tersebut terjadi atas izin Allah Swt..
Allah Swt. mudah saja untuk menciptakan dan juga untuk menghancurkannya
Artinya:  ”Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya  berkata kepadanya, ”Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.”
Ayat di atas mengisyaratkan, bahwa Allah Swt. Mahakuasa atas semua  makhluk ciptaan-Nya. Bagi Allah Swt., mudah saja untuk menciptakan atau  menghancurkannya. Oleh sebab itu, marilah kita terapkan sifat al-Muqtadir.

a.  Menjadikan Allah Swt. sebagai tempat berlindung.
b.  Berlomba-lombalah untuk mencari amal kebaikan karena kita tidak tahu kapan  bencana datang.
c.  Dan lain-lain.


3.  Mengakui Sifat Al-Muqaddim

Ayo anak-anak, bacalah berulang-ulang bacaan dan arti al-Muqaddim hingga hafal. Pahamilah makna al-Muqaddim,yaitu Allah Yang Maha Mendahului. Allah Swt.yang harus kita sembah dan lidah kita selalu menyebut nama-Nya.
Anak-anak, marilah kita mengakui sifat al-Muqaddim.

a.  Dalam berbuat kebaikan, hendaknya kita lebih dulu berbuat.
b.  Mengerjakan sesuatu yang bermanfaat untuk masa depan dan jangan mengerjakan perbuatan yang sia-sia dan merugikan orang lain.
c.  Jangan menunda-nunda pekerjaan, terutama belajar.
d.  Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan diri sendiri.
4.  Mengakui Sifat Al-Baqi

Ayo anak-anak, bacalah berulang-ulang bacaan dan makna al-Bāqa hingga hafal. 

Pahamilah makna Al-Baqi, yaitu Allah Swt. Yang Mahakekal. Allah Swt.  Yang Mahakekal menjadi tumpuan harapan kita. Pernahkah kalian membaca kisah Nabi Ibrahim a.s. yang mencari Tuhan untuk disembah? Nabi Ibrahim a.s. pernah menganggap bulan sangat kekal
dapat menyinari kegelapan malam,  tetapi ketika siang tiba, sinar bulan lenyap. Kemudian, Nabi Ibrahim a.s. menganggap matahari sangat kekal dengan sinarnya yang panas, tetapi ketika malam tiba, sinar yang menyengat lenyap, bulan dan matahari tak pantas untuk disembah.
Demikianlah perjalanan  Nabi Ibrahim a.s. menuju pengakuan kepada Allah Swt. Yang Mahakekal.
Setiap ciptaan Allah Swt. akan hancur atau tidak abadi. Hanya Allah Swt. yang  kekal abadi. Allah Swt. Yang Mahakekal itulah yang harus kita sembah dan lidah  kita selalu bertasbih kepada-Nya.
Pernahkah kalian melihat rumah atau bangunan kantor atau pasar terbakar?
Atau, banjir datang menenggelamkan rumah sehingga banyak harta benda yang hanyut atau terendam banjir? Berarti segala harta benda, kemewahan di atas dunia  ini tidak kekal.

 Karena hidup kekal hanya di akhirat. Berikut contoh ketidakkekalan  manusia.
a.  Ketahuilah, bahwa masa kanak-kanak tidak kekal, suatu saat kita pasti menjadi  tua renta dan mati.
b.  Waktu yang ada akan cepat berlalu dengan peredaran bulan dan matahari.

untuk hari ini di cukupkan sekian dulu Untuk Tugasnya silahkan kalian jelaskan Makna atau arti dari Asmaul Husna dibawah ini:

1. Ash-Shamad,
2. Al-Muqtadir, 
3. Al-Muqaddim, dan 
4. Al-Baqi.

 Jawabannya boleh" di tulis di kertas selembar"  kemudian di kumpulkan ketika pengambilan tugas di sekolah, dan jangan lupa tuliskan namanya Ya ! 

Jazakumulah khoir





Tidak ada komentar:

Posting Komentar