Asalamualaikum wr wb
Bagaimana Kabarnya Hari Ini?
Semoga semuanya da dlam Lidungan Allah SWT
Alhamduliullaah Washolatu Wasalamu 'al a Rasulillaah
Sebelum dilanjutkan Bapa mengulas dulu Materi Seputar hari Kiyamat yang berhubungan dengan Alam yang telah, sedang, dan akan dialami manusia yuk kita lihat dulu tayangan berikut ini:
itulah sedikit ulasan materi Seputar hari Kiyamat yang berhubungan dengan Alam yang telah, sedang, dan akan dialami manusia.
Selanjutnya yu kita lanjutkan Pembelajaran hari ini dengan membaca materi di bawah ini !
Pada kesempatan ini kita akan Belajar tentang Makna dari Asmaul Husna :
Ash-Shamad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi.
Untuk lebih jelasnya yu Kita baca dulu apa tujuan dari Pembelajaran Kali ini?
Tujuan Pembelajaran
Siswa Dapat :
- Meyakini adanya Allah Swt. tempat meminta, Maha Berkuasa, Maha Mendahulukan dan Maha Kekal.
- Menunjukkan sikap peduli sebagai implementasi dari pemahaman makna al-Asmu’u al-Husna: Ash-Shamad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi.
- Memahami makna al-Asmu’u al-Husna: Ash-Shamad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi.
- Membaca al-Asmu’u al-Husna: Ash-Shamad, Al-Muqtadir, Al-Muqaddim, dan Al-Baqi.
Untuk Selanjutnya yu kita baca Materi di bawah ini :
1. Ash-Shamad
Anak-anak, tahukah arti kata Ash-Shamad artinya Maha Dibutuhkan (tempat meminta). Allah Swt. Maha Dibutuhkan,
Allah Swt. menjadi tempat manusia
bersandar. Manusia harus mengakui sifat Maha Dibutuhkannya Allah
Swt. dalam perilaku sehari-hari. Kita suka
memberikan bantuan seperti Allah Swt. senantiasa
membantu kita.
Anak-anak, pernahkah kalian melihat kumpulan
semut yang menggotong makanan bersama-sama? Kita jangan kalah dengan semut.
Kawanan semut sangat peduli terhadap
beban kawannya. Bahkan, ketika bertemu dengan sesamanya, semut selalu menyapa. Perilaku semut ini dapat
kita ambil pelajaran. Betapa indahnya
kita bertemu dengan kawan saling menyapa dan membantu.
2. al-Muqtadir
Arti al-Muqtadiradalah Mahakuasa atau Maha
Menentukan. Allah Swt.
Mahakuasa, alam semesta beserta isinya adalah
di bawah kekuasaan Allah Swt..
Seperti gunung-gunung yang berdiri tegak,
sungai-sungai yang panjang berliku,
tanaman, binatang yang ada di darat dan di laut
beraneka rupa. Oleh sebab itu,
kita mensyukuri segala kekuasaan Allah Swt.
3. al-Muqaddim
Arti al-Muqaddim adalah Maha Mendahulukan.
Artinya, Allah Swt. Maha Mendahulukan
atas apa yang diciptakan-Nya. Nah, anak-anak, tentu kalian sudah tahu kursi
atau meja yang ada di rumah atau di sekolah. Kursi dan meja dibuat oleh tukang
kayu. Siapakah yang lebih dulu ada, tukang kayu atau kursi dan meja?
Tentu saja tukang kayu lebih dulu ada daripada
kursi dan meja. Begitu juga Allah Swt. lebih dulu ada daripada makhluk
ciptaan-Nya.
4. Al-Baqi
Nama indah Allah Swt. yang terakhir dibahas
pada kesempatan ini adalah Al-Baqi. Apa arti Al-Baqi ? Al-Baqi adalah Yang Mahakekal. Ada peristiwa, gunung
api meletus, banjir bandang, banjir dan kebakaran yang merusak lingkungan. Hal
itu menandakan segala sesuatu di atas bumi ini tidak kekal atau rusak.
Sebaliknya,
Allah Swt. Mahakekal. Manusia juga tidak kekal.
Lihat saja proses manusia dari lahir sampai dengan meninggal.
1.
Mengakui Sifat Ash-Shamad.
Ayo anak-anak, mengulang bacaan dan makna Ash-Shamad.hingga
hafal!
Mengulang-ulang bacaan Asmau’ul husna merupakan
perbuatan mulia.
Mengulang bacaan Asmau’ul husna menjadi doa.
Bukankah makna Ash-Shamad.
adalah Yang Maha Dibutuhkan? Lihat ayat kedua
Q.S. al-Ikhlās yaitu:
Artinya: ”Allah Swt. tempat meminta segala
sesuatu.” Jadi, kita pun harus selalu
mohon bantuan hanya kepada Allah Swt. Apa yang
dapat kita terapkan dari pengakuan atas sifat Ash-Shamad ? Sifat Ash-Shamad
antara lain sebagai berikut.
a.
Menjadikan Allah Swt. sebagai tempat meminta yang utama dalam semua
keinginan kita yang baik.
b. Berusaha
menjadi orang bermanfaat bagi orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
c.
Berusaha membantu teman, di sekolah ataupun di rumah dengan tenaga,
pikiran, dan tutur kata yang santun.
2.
Mengakui Sifat Al-Muqtadir
Bacalah berulang-ulang lafaz dan makna
al-Muqtadir hingga hafal. Arti al-Muqtadir adalah Mahakuasa atau Maha
Menentukan. Segala makhluk ciptaan Allah Swt. yang ada di atas dunia ini hidup,
bergerak atau mati atas kuasa dan ketentuan
Allah Swt..
Anak-anak, pernahkah kalian merenungkan tentang
bentuk tubuh kita?
Kita bernapas dan sangat membutuhkan udara.
Andaikata, kamu tidak diberi Allah Swt. udara untuk bernapas, tentunya kamu
akan sesak napas seperti ikan yang
diletakkan di atas tanah dan tidak diberi air.
Juga gunung-gunung api meletus mengeluarkan material yang banyak
sehingga merusak rumah-rumah di
sekitarnya, bahkan bisa menelan korban jiwa, dan masih banyak lagi bencana alam yang menelan korban. Semua peristiwa
tersebut terjadi atas izin Allah Swt..
Allah Swt. mudah saja untuk menciptakan dan
juga untuk menghancurkannya
Artinya:
”Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, ”Jadilah!” Maka jadilah
sesuatu itu.”
Ayat di atas mengisyaratkan, bahwa Allah Swt.
Mahakuasa atas semua makhluk ciptaan-Nya.
Bagi Allah Swt., mudah saja untuk menciptakan atau menghancurkannya. Oleh sebab itu, marilah kita
terapkan sifat al-Muqtadir.
a.
Menjadikan Allah Swt. sebagai tempat berlindung.
b.
Berlomba-lombalah untuk mencari amal kebaikan karena kita tidak tahu
kapan bencana datang.
c. Dan
lain-lain.
3.
Mengakui Sifat Al-Muqaddim
Ayo anak-anak, bacalah berulang-ulang bacaan
dan arti al-Muqaddim hingga hafal. Pahamilah makna al-Muqaddim,yaitu Allah Yang
Maha Mendahului. Allah Swt.yang harus kita sembah dan lidah kita selalu
menyebut nama-Nya.
Anak-anak, marilah kita mengakui sifat
al-Muqaddim.
a. Dalam
berbuat kebaikan, hendaknya kita lebih dulu berbuat.
b.
Mengerjakan sesuatu yang bermanfaat untuk masa depan dan jangan
mengerjakan perbuatan yang sia-sia dan merugikan orang lain.
c.
Jangan menunda-nunda pekerjaan, terutama belajar.
d.
Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan diri sendiri.
4.
Mengakui Sifat Al-Baqi
Ayo anak-anak, bacalah berulang-ulang bacaan
dan makna al-Bāqa hingga hafal.
Pahamilah makna Al-Baqi, yaitu Allah Swt. Yang
Mahakekal. Allah Swt. Yang Mahakekal
menjadi tumpuan harapan kita. Pernahkah kalian membaca kisah Nabi Ibrahim a.s.
yang mencari Tuhan untuk disembah? Nabi Ibrahim a.s. pernah menganggap bulan
sangat kekal
dapat menyinari kegelapan malam, tetapi ketika siang tiba, sinar bulan lenyap.
Kemudian, Nabi Ibrahim a.s. menganggap matahari sangat kekal dengan sinarnya
yang panas, tetapi ketika malam tiba, sinar yang menyengat lenyap, bulan dan
matahari tak pantas untuk disembah.
Demikianlah perjalanan Nabi Ibrahim a.s. menuju pengakuan kepada
Allah Swt. Yang Mahakekal.
Setiap ciptaan Allah Swt. akan hancur atau
tidak abadi. Hanya Allah Swt. yang kekal
abadi. Allah Swt. Yang Mahakekal itulah yang harus kita sembah dan lidah kita selalu bertasbih kepada-Nya.
Pernahkah kalian melihat rumah atau bangunan
kantor atau pasar terbakar?
Atau, banjir datang menenggelamkan rumah
sehingga banyak harta benda yang hanyut atau terendam banjir? Berarti segala
harta benda, kemewahan di atas dunia ini
tidak kekal.
Karena hidup kekal hanya di akhirat. Berikut contoh ketidakkekalan
manusia.
a.
Ketahuilah, bahwa masa kanak-kanak tidak kekal, suatu saat kita pasti
menjadi tua renta dan mati.
b. Waktu
yang ada akan cepat berlalu dengan peredaran bulan dan matahari.
untuk hari ini di cukupkan sekian dulu Untuk Tugasnya silahkan kalian jelaskan Makna atau arti dari Asmaul Husna dibawah ini:
1. Ash-Shamad,
2. Al-Muqtadir,
3. Al-Muqaddim, dan
4. Al-Baqi.
Jawabannya boleh" di tulis di kertas selembar" kemudian di kumpulkan ketika pengambilan tugas di sekolah, dan jangan lupa tuliskan namanya Ya !
Jazakumulah khoir
untuk hari ini di cukupkan sekian dulu Untuk Tugasnya silahkan kalian jelaskan Makna atau arti dari Asmaul Husna dibawah ini:
1. Ash-Shamad,
2. Al-Muqtadir,
3. Al-Muqaddim, dan
4. Al-Baqi.
Jawabannya boleh" di tulis di kertas selembar" kemudian di kumpulkan ketika pengambilan tugas di sekolah, dan jangan lupa tuliskan namanya Ya !
Jazakumulah khoir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar