Senin, 02 Agustus 2021

Pembelajaran PAI Kelas 2 SD

Asalamualaikum wr wb Apa kabarnya hari ini ? 

Semoga semuanya tetap sehat dan selalu semangat. selamat berjumpa lagi dengan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam hari ini kita akan belajar tentang 

"Sikap Jujur Nabi Muhammad S.AW"


Sikap Jujur Nabi Muhammad S.AW

 

 

Tujuan Pembelajaran :

1.   Meyakini kebenaran kisah Nabi Muhammad Saw. dengan sepenuh hati.

2.   Dapat menunjukkan sikap jujur dengan benar.

3.   Dapat menyebutkan keuntungan sikap jujur dari kisah keteladanan Nabi Muhammad Saw dengan benar.

4.   Dapat menjelaskan sikap jujur dari kisah keteladanan Nabi Muhammad Saw dengan benar.

Sebelum masuk ke materi tentang Jujur bapa akan menyebutkan dulu yang akan dipelajari pada hari ini

1.   Mengenal sifat Wajib Rasul

2.   Pengertian Jujur

3.   Keuntungan Jujur

4.   Pembelajaran akan ditutup dengan tugas menuliskan kembali dua Kalimat syahadat.

 

Ashadu an laa ilaaha iliallooh  

wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah  

 

 

Yu kita mulai pembelajarannya

Sifat yang wajib ada Pada Rasul Yaitu ada 4:

1.   Sidik  Artinya Benar

2.   Tablig Artinya Menyampaikan.

3.   Amanah Artinya Dapat dipercaya

4.   Fathonah Artinya Pandai

 

Jujur

1 lurus hati; tidak berbohong (misalnya dengan berkata apa adanya); 

2 tidak curang (misalnya dalam permainan, dengan mengikuti aturan yang berlaku): mereka itulah orang-orang yang -- dan disegani; 

3 tulus; ikhlas;

 


Keuntungan bersikap Jujur

1.   Orang jujur disayang Allah Swt.,

2. disenangi orang tua dan guru

3.   Punya banyak teman.

4.   Jujur akan membawa kebaikan.


Misalnya: apabila ada anak kehilangan barang yang dicintai. Lalu ia
mengumumkan kepada teman-temannya. Ternyata barang yang hilang itu
diamankan oleh salah seorang teman yang kemudian menghampirinya, dan
berkata: wahai kawan, ini barangmu yang kau cari! Lain kali hati-hati!
Apa yang dirasakan oleh seseorang yang hilang barangnya itu?

Pastilah hatinya senang. Teman-teman yang lain juga senang kepada yang
menemukan dan mengembalikan barang kepada pemiliknya.
Akibatnya ia juga akan disukai oleh kawan-kawannya karena kejujurannya itu.
Sebaliknya, di kisah yang lain, bagaimana kalau ada seseorang menemukan
barang berharga milik orang lain. Lalu, ia diam saja dan menyembunyikan. Sifat
orang yang seperti itu tidak mulia.

 

Selanjutnya Kita akan mengerjakan tugas menuliskan kembali Dua kalimat Syahadat.

Apa hubungannya Syahadat dengan Kejujuran ?

Kita umat islam telah berjanji dan bersumpah dengan dua kalimat syahadat bahwa tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah.

Oleh karena itu kita akan selalu siap mengerjakan Perintah Allah dan Rasulnya dan menjauhi segala yang dilarang oleh Allah dan rasulnya.

Yang salah satu perintahnya adalah berkata Jujur.

 

Silahkan tuliskan Kembali dua Kalimat syahdat pada lembar di bawah ini :

 

 

_________________________________________________________

 

_________________________________________________________

 Selamat Belajar !

Jika sudah boleh kalian membaca kisah berikut Ini !

Sikap Jujur Nabi Muhammad saw.

Ketika bulan Rajab tiba, seluruh umat Islam tentunya teringat akan peristiwa isra dan mi’rajnya Rasulullah Saw. Yaitu, perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha serta kembali dengan membawa ‘pesan’ untuk menunaikan salat lima waktu.

Kejadian malam itu merupakan ujian bagi umat Islam. Seberapa besarkah keyakinan mereka terhadap kejujuran Rasulullah dan risalah yang dibawanya? Kini, yang perlu menjadi pusat perhatian umat Islam hanya satu yaitu pentingnya kejujuran. Mengapa Abu Bakar begitu meyakini kejadian itu? Jawabannya hanya satu, karena sifat jujur Rasulullah Saw itu sendiri yang selama ini dikenalnya.

Bukan cerita asing lagi bagaimana kejujuran Rasulullah Saw sebelum diangkat menjadi rasul. Seluruh orang Quraisy bahkan Abu Jahal, pembesar suku Quraisy sekali pun sangat mengakui kejujuran Rasulullah Saw. “Sesungguhnya kami tidak mendustaimu, hanya saja kami mendustai ajaran yang kamu bawa.” demikian komentar Abu Jahal akan kejujuran Rasulullah Saw di hadapan suku Quraisy.

Bahkan jika diruntut lebih jauh dan mendalam, Khadijah, istri Rasulullah Saw yang selalu bersamanya, sungguh sangat mengagumi kejujuran Rasulullah Saw. Sehingga kata-kata kekagumannya itu pun muncul bak air mengalir ketika Rasulullah Saw menerima wahyu pertama kali, “Bergembiralah, Demi Allah, Dia tidak akan menghinakanmu selama-lamanya. Demi Allah, sesungguhnya kamu adalah orang yang senantiasa menjalin hubungan silaturahmi dan selalu berkata benar.”

Kata Khadijah sambil menenangkan Rasulullah Saw yang begitu ketakutan setelah bertemu malaikat Jibril di Gua Hira. Sub¥anallah, sifat jujur Rasulullah Saw bukan saja tampak dalam kondisi serius. Saat sedang bercanda,

Rasulullah Saw pun tetap konsisten berperilaku jujur. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, bahwa datang seorang perempuan yang sudah lanjut usia menemui Rasulullah Saw dan memohon agar didoakan masuk surga.

Lantas Rasulullah Saw menjawab, “Wahai ibu, sungguh surga itu tidak akan dimasuki perempuan tua.” Kontan, perempuan tua itu menangis. Kemudian Rasulullah Saw berkata kembali, “Aku mendapat kabar bahwa tidak akan masuk surga perempuan yang sudah tua, karena Allah mengatakan, “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta dan sebaya umurnya”. (Q.S. al-Waqi‘ah /56: 35-37).

Seketika itu juga perempuan yang menangis tadi pun tersenyum, dan mengetahui bahwa di dalam surga tidak ada lagi yang tua, semuanya dijadikan muda. Karena itu, Rasulullah Saw senantiasa mengingatkan umatnya untuk selalu berkata jujur dan menjauhi sifat dusta.

Rasulullah Saw berpesan,

 

“Berperilaku jujurlah kamu. Sesungguhnya kejujuran menuntun kepada kebaikan. Kebaikan menunjukkan jalan menuju surga. Setiap manusia yang selalu berkata jujur dan memilih kejujuran hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Jauhilah kamu dari sifat sombong. Sesungguhnya kesombongan itu menuntun ke arah kedurhakaan. Kedurhakaan membawa ke neraka. Setiap manusia yang selalu berbohong dan memilih kebohongan hingga tertulis di sisi Allah sebagai pendusta.”

Subhanallah, Mahasuci Allah … Mengikuti sifat Rasulullah Saw adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim. “Katakanlah (wahai Muhammad), Jika kamu benar-benar mencintai Allah ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” (Q.S. Ali Imran /3: 31). Dengan jujur kepada diri sendiri maka kita akan jujur pada apa-apa yang mengikuti kita, seperti malam mengikuti siang. Dan itu akan berdampak hidup jujur di masyarakat.

Kejujuran akan membawa pada kemaslahatan umat. Dalam lingkungan pendidikan, misalnya di sekolah, anak jujur harus dapat menjaga amanah, tidak suka berbuat curang, anak harus jujur terhadap Allah Swt. terhadap diri sendiri, terhadap orang tua, terhadap guru, terhadap teman. Contoh lainnya jika mengerjakan soal ulangan, tidak suka menyontek dan berusaha untuk selalu dikerjakan sendiri.

 

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar