Selasa, 25 Agustus 2020

Pai kelas 5

Asalamu a'laikum Wr Wb

Segala puji milik Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Rasulullaah s.a.w.
Bagaimana kabarnya hari ini?
Semoga semuanya ada dalam keadaan sehat wal-A'fiyat senantiasa mendapat perlindunganNya.

berikut materi yang di bahas pada Video pembelajaran pekan Lalu tanggal 11 Agustus 2020 silahkan kalian baca kembali 

A. Mari Mengenal Allah Swt.

1. Mengenal Allah Swt. melalui al-Asmā’u al-Husnā

Sudah menjadi kebiasaan, apabila kita ingin mengenal sesuatu, misalnya mengenali  orang, hewan, tumbuhan, dan benda alam lainnya, yang pertama ditanyakan adalah namanya. 

Melalui nama itu kita mengenal sesuatu. Demikian juga halnya Tuhan. Siapakah  Tuhan? 
Agama Islam menyebutnya Allah Swt. Untuk mengenal lebih jauh, siapa Allah Swt., jawabannya, ada pada al-Asmā’u al-Husnā. Oleh karena itu, Allah Swt. mewahyukan nama-Nya kepada manusia melalui kitab suci al-Qur’ān. 

Di sana disebutkan nama-nama Allah Swt. sebanyak 99 nama atau disebut dengan al-Asmā’u al-Husnāyaitu nama-nama yang baik dan indah. Adapun pelajaran alAsmā’u al-¦usnā di kelas 5 ini, dibatasi hanya  4 al-Asmā’u al-Husnā, yaitu  al-Mumit, al-Hayyu, al-Qayyūm,dan al-Ahad. 

Uraiannya sebagai berikut:

 Al-Mumit mengandung arti Yang Maha Mematikan. Allah Swt. telah berfirman: 

 كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ 

“Setiap yang bernyawa pasti mati”. (Terj. QS. Ali Imraan: 185) 

 Oleh karena itu, kematian tidak dapat dihindari manusia. Kematian bukanlah sesuatu yang ditakuti, akan tetapi kematian adalah tangga menuju kebahagiaan abadi. 


 Al -Hayyu (Yang Mahahidup), mengandung arti bahwa Allah Swt. hidup kekal selamanya, dan Yang Memberi Hidup makhluk-Nya.

Hidup atau mati ada di dalam kekuasaan Allah Swt. Contoh, berapa banyak orang yang sedang mengalami sakit berat, tapi Allah masih berkehendak memberikan kesempatan untuk hidup. 

Sebaliknya, sering kita melihat orang tidak sakit, kondisi dalam keadaan sehat wal’afiat, tiba-tiba saja terdengar sudah meninggal dunia. Penyebabnya bermacam-macam,ada yang sakit jantung, terjatuh, tabrakan atau tertabrak, tenggelam, tertembak, dan sebagainya. 

Berdo’alah kepada Allah Swt.: “Ya Allah Ya Hayyu, wahai Tuhan Yang Maha Hidup, Hidupilah kami dalam keselamatan dan kemanfaatan”. 

 Al-Qayyūm (Yang Maha Berdiri/Mandiri), mengandung arti Allah Swt. itu berdiri sendiri 
untuk selama-lamanya. Allah Swt. memberikan pendidikan kepada manusia supaya 
hidup tidak selalu bergantung kepada orang lain. 

 Al-Ahad (Yang Maha Esa), mengandung arti Allah Swt. itu Esa. 
Perhatikan al-Qur’ānsurat  al-Ikhlas berikut ini: 

 قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ 

qul huwallāhu aḥad


Artinya:

 “katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa”. 

Disebut pula dengan“al-Wahid” artinya Yang Maha Tunggal atau Maha Esa, tak ada sekutu bagi-Nya. 


2. Aku Ingin Terpuji di Hadapan Allah Swt.

Mari kita bersikap dan berperilaku dengan cara mengamalkan al-Asmā’u  al-Husnā sebagai berikut. 

a.  Al-Mumit mengandung arti Yang  Maha Mematikan.

Allah Swt. telah berfirman: “Setiap yang bernyawa pasti mati”. Manusia, hewan, dan tumbuhan akan mati. Manusia tidak bisa lari dari kematian.

Kematian bukanlah sesuatu yang ditakuti, akan tetapi kematian adalah tangga menuju kebahagiaan abadi kita ingin bahagia maka kita ikuti perintah Allah Swt. dan Rasul-Nya. 

Misalnya, rajin  salat, rajin membaca al-Qur’ān, rajin belajar, serta patuh dan hormat kepada orangtua  dan guru. Kemudian jauhi yang dilarang oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya. Misalnya mencuri, berkelahi dan menyakiti orang lain. Selain itu, biasakan berdoa kepada Allah  Swt.: “Yā Allah Yā Mumit, wahai Tuhan Yang Maha Mematikan, matikanlah kami nanti dalam keadaan husnul khatimah”.




b. Al-Hayyu (Yang Maha Hidup), mengandung arti bahwa yang memberi hidup (nyawa)  dan rezeki adalah Allah Swt. Oleh karena itu, hidup atau ti ada di dalam kekuasaan Allah Swt.

Bagaimana sikap dan perilaku kita dalam hidup atau kehidupan? 

Tugas  manusia adalah memelihara kehidupan dan mencari rezeki yang sudah disediakan oleh Allah Swt. seperti memelihara diri sendiri, yaitu dengan cara makan dan minum secara teratur, jangan berlebihan, dan selalu memelihara kebersihan agar tetap sehat. 

Sedangkan perilaku membantu kelangsungan hidup orang lain, misalnya bersedekah dengan cara memberi makan, minum, dan membantu kesehatan orang lain yang membutuhkannya. 

c. Al-Qayyūm (Yang Maha Berdiri/Mandiri), mengandung arti Allah Swt. itu berdiri sendiri untuk selama-lamanya. Allah Swt. memberikan pendidikan kepada manusia supaya hidup tidak selalu bergantung kepada orang lain. Hidup harus punya semangat mandiri dalam segala situasi dan kondisi.

Pada zaman dahulu ada pepatah yang  menyatakan:

 “Berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari)”.bila di rumah harus sudah dapat melakukan sendiri hal-hal tertentu. 

Misalnya, merapikan tempat tidur, menyiapkan peralatan sekolah, mencari sendiri pakaian sekolah, mengambil sendiri sarapan/makanan untuk berangkat sekolah, dan sebagainya. 

Berdo’alah kepada Allah Swt: “Yā Allah Yā Qayyūm, wahai Tuhan Yang Maha Berdiri Sendiri/Mandiri, jadikanlah hidup kami tidak selalu bergantung kepada orang lain”.

d. Al-Ahad (Yang Maha Esa), mengandung arti Allah Swt. itu Esa. 

Yang Maha Tunggal atau Esa, yang tetap menyendiri dan tak ada sekutu bagi-Nya. Allah Swt. mandiri tidak membutuhkan yang lainnya. 

Sifat ini memberi pelajaran kepada kita agar selalu mandiri tidak selalu bergantung kepada orang lain. Misalnya mandi, makan, berpakaian, mengerjakan PR, menyusun dan merapikan buku pelajaran di rumah dan sekolah. 

Kemudian berdoa sendiri: ”Yā Allah, Engkaulah Tuhan satu-satunya, tiada  sekutu bagi-Mu. Engkau tempat meminta. Jadikanlah aku dapat hidup mandiri”.

Itu materi tentang Mengenal Allah melalui Namanya, dan bagaimana kita bersikap dalam mengimaninya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. 
selanjutnya kita lanjutkan dengan ateri yang selanjutnya yaitu Beriman Pada Kitab-kitab Allah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar