Rabu, 12 Agustus 2020

PEMBELAJARAN PAI KELAS 4 IMAN KEPADA NABI DAN RASUL


Bismillaahirrahmanirrahiim
Asalamualaikum wr wb
Bagaimana kabrnya hari ini?
Semoga semuanya ada dalam perlindungan Allah SWT.
Pada kesempatan ini kita akan membahas tentang iman kepada Rasul rasul Allah
Utuk Selanjutnya silahkan baca meteri di bawah ini ! :


Iman Kepada Nabi dan Rasul Allah
Iman kepada nabi dan rasul adalah bagian daru rukun iman yang ke 4 kita harus Meyakini dan mengimani bahwa Allah benar-benar mengutus para Nabi dan Rasul untuk berdakwah dan membimbing manusia agar berada dalam ajaran tauhid. Orang yang mengingkari – walaupun satu Rasul – sama saja mengingkari seluruh Rasul.
Allah mengutus nabi dan rasul pada setiap umat yang di awali oleh nabi Adam dan ditutup oleh nabi terakhir yaitu nabi Muhammad S.a.w
Kita  sebagai umat akhir zaman wajib membenarkan, mengamalkan , dan mendakwahkan syariat yang di bawa oleh nabi terakhir dan penutup para nabi, yaitu Rasulullah Muhammad s.a.w  

A.   Pengerrtian Nabi dan Rasul
Nabi dan rasui adalah manusia mulia yang ma’shum artinya terjaga dari dosa-dosa dan memiliki 4 sifat yang wajib pada rasul yaitu:
a.     Shidiq artinya benar
b.    Amanah artinya dapat dipercaya
c.    Fatonah artinya pandai
d.    Tabligh artinya menyampaikan

1.    Pengertian Nabi
Secara etimologi atau secara bahasa kata "nabi" berasal dari kata naba yang berarti "dari tempat yang tinggi", atau na-ba-a artinya berita. Jadi nabi adalah seorang yang ditinggikan derajatnya dengan diberikan berita (wahyu) dari Allah.
Sementara pengertian Nabi secara umum adalah seorang manusia hamba Allah SWT yang diberikan kepercayaan berupa wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri.
2. Pengertian Rasul
Secara etimologi atau secara bahasa Rasul berasal dari kata ar-sa-la artinya mengutus. Dengan demikian, rasul adalah seorang yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan pesan (ar-risalah) kepada manusia
Sementara pengertian Rasul secara umum  adalah seorang yang diberikan wahyu dan kepercayaan oleh Allah SWT yang kemudian diamalkan dan berkewajiban menyampaikan wahyu tersebut kepada umatnya
Jumlah Nabi dan Rasul.
Dalam riwayat Abu Umamah, bahwa Abu Dzar bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Berapa jumlah  para nabi.” Beliau menjawab:
مِائَةُ أَلْفٍ وَأَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ أَلْفًا الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ ثَلَاثُ مِائَةٍ وَخَمْسَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا
Artinya:
“Jumlah para nabi 124.000 orang, 315 diantara mereka adalah rasul. Banyak sekali.” (HR. Ahmad no. 22288 dan sanadnya dinilai shahih oleh al-Albani dalam alMisykah).

Dalam  Al-Qur’an surat Al-Ghafir ayat 78 Allah Berfirman
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّن قَبْلِكَ مِنْهُم مَّن قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُم مَّن لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ ۗ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَن يَأْتِىَ بِـَٔايَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ فَإِذَا جَآءَ أَمْرُ ٱللَّهِ قُضِىَ بِٱلْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ ٱلْمُبْطِلُونَ
Artinya:
“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat melainkan dengan seizin Allah.” (Qs. Al-Ghafir: 78)
Nabi dan Rasul yang wajib kita ketahui berjumlah 25.
 Nabi tersebut ialah: Adam AS, Idris AS, Nuh AS, Hud AS, Saleh AS, Ibrahim AS, Luth AS, Ismail AS, Ishaq AS, Yaqub AS, Yusuf AS, Syuaib AS, Ayyub AS, Zulkifli AS, Musa AS, Harun AS, Daud AS, Sulaiman AS, Ilyas AS, Ilyasa AS, Yunus AS, Zakaria AS, Yahya AS, Isa AS, Muhammad SAW.
Dalam menjalankan misi kenabian dan kerasulan, sebagian nabi dan rasul dikaruniai mukjizat.
Mukjizat ialah suatu hal yang luar biasa yang digunakan untuk mendukung kebenaran kenabian seorang nabi dan/atau kerasulan seorang rasul, sekaligus melemahkan lawan-lawan/musuh-musuh yang meragukan kebenarannya.
Seperti nabi Musa A.S yang dapat membelah lautan dengan tongkatnya serta nabi Isa yang dapat menyembuhkan orang yang buta.
B.   Perbedaan Nabi dan Rasul
Berikut perbedaan Nabi dan Rasul:
1. Nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu dari Allah SWT untuk disampaikan kepada umatnya.
2. Nabi diutus kepada kaum yang sudah beriman, sedangkan Rasul diutus kepada kaum yang belum beriman (kafir).




Tidak ada komentar:

Posting Komentar