Bismillaahirrahmanirrahiim
Asalamualaikum wr wb
Bagaimana kabrnya hari
ini?
Semoga semuanya ada
dalam perlindungan Allah SWT.
Pada kesempatan ini
kita akan membahas tentang iman kepada Rasul rasul Allah
Utuk Selanjutnya
silahkan baca meteri di bawah ini ! :
Iman Kepada Nabi dan Rasul Allah
Iman kepada nabi dan
rasul adalah bagian daru rukun iman yang ke 4 kita harus Meyakini dan mengimani bahwa Allah benar-benar mengutus para Nabi dan Rasul
untuk berdakwah dan membimbing manusia agar berada dalam ajaran tauhid. Orang
yang mengingkari – walaupun satu Rasul – sama saja mengingkari seluruh Rasul.
Allah mengutus nabi dan
rasul pada setiap umat yang di awali oleh nabi Adam dan ditutup oleh nabi terakhir
yaitu nabi Muhammad S.a.w
Kita sebagai umat akhir zaman wajib membenarkan, mengamalkan
, dan mendakwahkan syariat yang di bawa oleh nabi terakhir dan penutup para
nabi, yaitu Rasulullah Muhammad s.a.w
A.
Pengerrtian Nabi
dan Rasul
Nabi dan rasui adalah manusia
mulia yang ma’shum artinya terjaga dari dosa-dosa dan memiliki 4 sifat yang
wajib pada rasul yaitu:
a.
Shidiq artinya benar
b.
Amanah artinya dapat
dipercaya
c.
Fatonah artinya
pandai
d.
Tabligh artinya menyampaikan
1.
Pengertian Nabi
Secara
etimologi atau secara bahasa kata "nabi" berasal dari kata naba yang
berarti "dari tempat yang tinggi", atau na-ba-a artinya
berita. Jadi nabi adalah seorang yang ditinggikan derajatnya dengan diberikan
berita (wahyu) dari Allah.
Sementara pengertian Nabi secara umum
adalah seorang manusia hamba Allah SWT yang diberikan kepercayaan berupa wahyu
dari Allah SWT untuk dirinya sendiri.
2. Pengertian Rasul
Secara
etimologi atau secara bahasa Rasul berasal dari kata ar-sa-la artinya
mengutus. Dengan demikian, rasul adalah seorang yang diutus oleh Allah untuk
menyampaikan pesan (ar-risalah) kepada manusia
Sementara
pengertian Rasul secara umum adalah
seorang yang diberikan wahyu dan kepercayaan oleh Allah SWT yang kemudian
diamalkan dan berkewajiban menyampaikan wahyu tersebut kepada umatnya
Jumlah Nabi dan Rasul.
Dalam riwayat Abu Umamah, bahwa Abu Dzar bertanya kepada Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam: “Berapa jumlah para nabi.” Beliau menjawab:
مِائَةُ أَلْفٍ
وَأَرْبَعَةٌ وَعِشْرُونَ أَلْفًا الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ ثَلَاثُ مِائَةٍ
وَخَمْسَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيرًا
Artinya:
“Jumlah para nabi 124.000 orang, 315 diantara mereka adalah rasul. Banyak
sekali.” (HR. Ahmad no. 22288 dan sanadnya
dinilai shahih oleh al-Albani dalam al–Misykah).
Dalam Al-Qur’an surat Al-Ghafir ayat 78 Allah Berfirman
Dalam Al-Qur’an surat Al-Ghafir ayat 78 Allah Berfirman
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا
مِّن قَبْلِكَ مِنْهُم مَّن قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُم مَّن لَّمْ نَقْصُصْ
عَلَيْكَ ۗ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَن يَأْتِىَ بِـَٔايَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ
ٱللَّهِ ۚ فَإِذَا جَآءَ أَمْرُ ٱللَّهِ قُضِىَ بِٱلْحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ
ٱلْمُبْطِلُونَ
Artinya:
“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa
orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan
di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat
bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat melainkan dengan seizin Allah.” (Qs.
Al-Ghafir: 78)
Nabi dan Rasul yang wajib kita ketahui
berjumlah 25.
Nabi
tersebut ialah: Adam AS, Idris AS, Nuh AS, Hud AS, Saleh AS, Ibrahim AS, Luth
AS, Ismail AS, Ishaq AS, Yaqub AS, Yusuf AS, Syuaib AS, Ayyub AS, Zulkifli AS,
Musa AS, Harun AS, Daud AS, Sulaiman AS, Ilyas AS, Ilyasa AS, Yunus AS, Zakaria
AS, Yahya AS, Isa AS, Muhammad SAW.
Dalam menjalankan misi kenabian dan kerasulan, sebagian nabi dan rasul
dikaruniai mukjizat.
Mukjizat ialah suatu hal yang luar biasa yang digunakan untuk mendukung
kebenaran kenabian seorang nabi dan/atau kerasulan seorang rasul, sekaligus
melemahkan lawan-lawan/musuh-musuh yang meragukan kebenarannya.
Seperti nabi Musa A.S yang dapat membelah lautan dengan tongkatnya serta
nabi Isa yang dapat menyembuhkan orang yang buta.
B.
Perbedaan Nabi dan Rasul
Berikut perbedaan Nabi dan Rasul:
1. Nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk
dirinya sendiri, sedangkan Rasul menerima wahyu dari Allah SWT untuk
disampaikan kepada umatnya.
2. Nabi diutus kepada kaum yang sudah
beriman, sedangkan Rasul diutus kepada kaum yang belum beriman (kafir).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar