Rabu, 09 September 2020

Aku Anak Sholih

 Asalamualikum wr wb 
Semoga semuanya tetap sehat dan semangat !

Alhamdulillah kemarin telah menyelesaikan materi tentang beriman kepada Allah dan Rasulnya, dan kalian pun elah melakukan evaluasi (Ulangan) bagi yang nilainya masih di bawah 75 dan belu mengikuti ulangan, silahkan kalian kerjakan lagi soal-soal ulangannya pada link berikut:

https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdgNpHYtPP_9BYfV9c433lT5CD6-EfROOwTamZ0ma-ZO4nRpg/viewform?usp=sf_link

Selanjutnya yu kita masuk pada materi baru:



Pada kesempatan ini Kita akan Belajar materi tentang  “Aku Anak Sholih”
Setelah belajar materi ini Kalian diharapkan Dapat:
a)    Bersikap dan berperilaku jujur, amanah, hormat, patuh, santun kepada Orangtua
b)    dan guru dalam kehidupan sehari-hari.
c)    Bersikap santun dan menghargai teman-teman dalam kehidupan sehari-hari.
d)    Mencontohkan sikap santun dan menghargai sesama sesuai tuntunan dari Nabi
Muhammad saw.

Pada Pembelasjaran ini Kalian akan mempelajari Tentang

a)    Jujur
b)    Amanah
c)    Hormat dan Patuh kepada Orang Tua dan Guru
d)    Santun dan Menghargai Teman




Sebelum di lanjutkan yu pahami dulu apa itu sholih?

Kata saleh berasal dari bahasa Arab shāliḥ yang berarti terhindar dari kerusakan atau keburukan.

 Amal saleh berarti amal/perbuatan yang tidak merusak atau mengandung unsur kerusakan. 

Maka orang saleh berarti orang yang terhindar dari kerusakan atau hal-hal yang bersifat buruk.

Yang dimaksud di sini tentu saja perilaku dan kepribadiannya, yang mencakup kata, sikap, perbuatan, bahkan pikiran dan perasaannya.

Selanjutnya kita masuk pada materi pertama tentang Jujur.

Ati Jujur: jujur yaitu lurus hati, tidak berbohong, tidak curang, tulus dan ikhlas

Contoh Kejujuran: 

Silahkan baca kisah di bawah ini dengan Teliti

Anak Gadis yang Jujur

Pada suatu malam, Khalifah Umar ditemani pengawalnya berkeliling
negeri untuk melihat dari dekat kehidupan rakyatnya. Sampai di pinggiran
kota  Makkah, Khalifah tertarik  melihat  sebuah  gubuk  kecil.  Beliau
mendengar suatu percakapan.
“Anakku, malam ini kambing kita mengeluarkan susu sedikit sekali.
Ini tidak cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan besok pagi,” keluh
wanita itu kepada anaknya.
Dengan  tersenyum,  anak  gadisnya  itu  menghibur,  “Ibu,  tidak  usah
disesali. Inilah rezeki yang diberikan Allah kepada kita hari ini. Semoga
besok kambing kita mengeluarkan susu yang lebih banyak lagi.” Namun,
aku khawatir para pelanggan tidak mau membeli susu kepada kita lagi.
Bagaimana kalau susu itu kita campur air supaya kelihatan banyak?”
“Jangan, Bu!” gadis itu melarang. “Bagaimanapun kita tidak boleh
berbuat curang. Lebih baik kita katakan dengan jujur pada pelanggan bahwa
hasil susu hari ini hanya sedikit. Mereka tentu akan memakluminya. Lagi
pula, kalau ketahuan, kita akan dihukum oleh Khalifah Umar. Percayalah,
ketidakjujuran itu akan menyiksa hati.”
“Bagaimana  mungkin Khalifah Umar  tahu!”  kata  janda  itu  kepada
anaknya.  “Saat  ini  beliau  tidur  pulas  di  istana  megah  tanpa  pernah
mengalami kesulitan seperti kita.” Gadis remaja itu tersenyum dan berkata,
“Ibu,  memang  khalifah  tidak  melihat  apa  yang  kita  lakukan  sekarang.
Tapi, Allah Maha Melihat setiap gerak-gerik makhluknya. Meskipun kita
miskin, jangan sampai kita melakukan sesuatu yang dimurkai Allah.”
Dari  luar  gubuk, Khalifah Umar  kagum  dengan  kejujuran  gadis
itu.  Ternyata,  kemiskinan  tidak  membuatnya  untuk  berbuat  curang.
Keesokan harinya, Khalifah Umar memerintahkan beberapa orang untuk
menjemput wanita pemerah susu dan anak gadisnya. Beliau bermaksud
akan menikahkan putranya dengan gadis yang jujur itu.
Allah Swt. sangat senang kepada orang yang jujur, yaitu yang tulus dan
lurus  hatinya,  tidak  curang.  Misalnya,  jujur  mengerjakan  tugas,  seperti
ujian atau ulangan tidak mencontek dan jujur menggunakan uang, seperti mengembalikan uang kembalian sisa belanja. Mengatakan sesuatu dengan
jujur, misalnya mengakui kesalahan. Seperti pertanyaan guru, “Apakah
kalian belajar di rumah?” Apabila tidak belajar, katakanlah dengan jujur
“Saya tidak belajar.”
Apa  keuntungan  orang  jujur?  Allah  Swt.  senang  dengan  orang  jujur.
Kemudian, sikap jujur disenangi semua orang. Orang jujur selalu banyak
teman  dan  dicari  orang.   Sebaliknya,  Allah  Swt.  tidak  senang  kepada
orang yang tidak jujur, dan orang tidak jujur akan dibenci semua orang.

Sumber: Buku Sirah( kisah keteladanan) Khalifah  Umar bin Khattab

Setelah kalian baca silahkan kerjakan tugas di bawah ini;


1.    Apa yang di maksud dengan anak sholih?
2.    Apa pengertian Jujur ?
3.    Berilah contoh sikap jujur dalam kehidupan
4.    Apa hikmah dari kisah Anak Gadis yang Jujur






8 komentar:

  1. Mohon maaf Untuk Tugas PAI silahkan jawabannya di tulis pada kertas Selembar, nanti dikumpulkan ketika mengambil tugas yang baru Terima Kasih🙏

    BalasHapus
  2. Refa Nuryani absen 23
    Jenar Anjani Putri absen 12

    BalasHapus
  3. 12 Jenar Anjani Putri
    23 Refa Nuryani

    BalasHapus