Rabu, 16 September 2020

Asalamualaikum wr wb 

Untuk Hari ini Kita akan melanjutkan Pembelajajaran tentang Anak Sholih yaitu tentang 

A)    Amanah
B)    Hormat dan Patuh kepada Orang Tua dan Guru

Sebagai umat Islam kita diwajibkan untuk beriman kepada Para Nabi dan rasul yang salah satu bentuk keimanan kita kepada Nabi dan rasul adalah mencontoh kehidupan Para Nabi dan rasul tersebut.

Sebagai umat terakhir kita beriman pada Nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad S.A.W. Rasulullah Muhammad s.a.w. merupakan cotoh atau teladan ideal yang patut kita ikuti. 

2. Amanah.


Dalam bahasa Arab, kata amanah berarti titipan, kewajiban, ketenangan, kepercayaan, kejujuran, dan kesetiaan.

 Dalam arti luas yaitu menunaikan segala sesuatu yang dititipkan dan dipercayakan kepada seseorang. 

Allah SWT memerintahkan kita untuk berbuat amanah, sebagai firman-nya, "sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat." (QS AN-Nisa' [4]: 58)

Nabi Muhammad Saw. Memiliki sifat amanah sejak kecil. Dengan sifat itulah, masyarakat Arab menghormati beliau.

Pada usia 12 tahun, Nabi Muhammad saw. mulai berdagang ke Syam bersama pamannya.  Dalam  berdagang,  beliau  selalu  bersikap  amanah  (terpercaya). Barang dagangan yang dititipkan kepadanya dijaga dengan baik. Mengingat sikapnya  itu,  beliau  mendapatkan  gelar al-Amin,  artinya  orang  yang  dapat  dipercaya. 

Nabi Muhammah Saw. Dijuluki oleh penduduk  Makkah dengan gelar Al-Amin, yang artinya terpercaya, jauh sebelum beliau diangkat menjadi nabi.

Apapun yang beliau ucapkan, penduduk Makkah mempercayai karena beliau bukanlah pembohong. Mustahil Nabi Muhammad Saw.

Seperti contoh ketika itu orang-orang Mekah sedang memugar kabah, mereka hampir berperang karena berebut untuk meletakan kembali Hajar Aswad ( Batu Hitam) pada posisi semula, mereka berebut dan merasa orang yang paling berhak meletakan batu tersebut ke tempatnya kembali.

Akhirnya mereka bersepakat untuk meminta bantuan pada Rasulullah yang pada waktu itu beliau belum menjadi Rasul.

Ketika beliau Mau berhijrah ke Madinah pun beliau berhijrah setelah selesai mengembalikan barang-barang orang mekah yang dititipkan kepadanya

Allah Swt. Berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَخُونُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓا۟ أَمَٰنَٰتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." (QS. Al-Anfaal [8]: 27)


Sebagai  umat  Nabi  Muhammad  saw.,  kita  harus  meneladani  perilakunya, 

misalnya:

•  rajin belajar; 

•  menjaga nama baik orang tua kita;

•  mengerjakan tugas sekolah;

•  menjaga nama baik guru dan sekolah.


A. Hormat dan Patuh kepada Orang Tua dan Guru

Ayah dan ibu telah berjasa mengasuh dan memelihara kita. Kita harus patuh kepada mereka berdua. Hormat dan patuh kepada orang tua adalah perintah Allah. 

Allah berfirman dalam al-Qur'an,

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

 artinya: 

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya.  Ibunya  telah  mengandungnya  dalam  keadaan  lemah  yang bertambah-tambah,  dan  menyapihnya  dalam  usia  dua  tahun.  Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (Q.S Luqman/31:14).


Beberapa contoh sikap anak menghormati dan patuh kepada orang tua adalah:

1.  Patuh dan taat bila dinasihatinya;

2.  Rajin salat dan belajar untuk memenuhi harapannya.

3.  Sanggup membantu di rumah sesuai kemampuan

4.  Selalu ingat untuk mendoakannya, seperti doa berikut:


اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَ الِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِى صَغِيْرًا

Artinya:

“Ya  Allah  ampunilah  aku  dan  kedua  orang  tuaku.  Sayangilah  mereka 

sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.”

Berikut ini Kisah Seorang Anak yang berbakti kepada kedua orang tuannya yang terasing di Bumi tetapi berkat baktinya pada orangtua beliau terkenal di langit.

Selamat menyaksikan:






Kita  juga  diharuskan  hormat  kepada  sesama  anggota  keluarga,  misalnya: 

hormat kepada kakak dan sayang kepada adik. Selain itu, kita juga wajib hormat 

dan patuh kepada guru. Beliau telah berjasa mendidik dan mengajarkan ilmu 

yang bermanfaat. 


Lalu, bagaimanakah cara kita menghormati guru?


TUGAS !

Untuk tugasnya silahkan kalian Baca materi pada buku Paket PAI kelas 4  Bagaiman Cara menghormati Guru, Kemudian tuliskan tiga contoh Menghormati Guru !


"Jawabnnya silahkan kalian tulis di kertas satu lembar dan di kumpulkan ketika pengambilan tugas Baru!"


untuk Pelajaran Hari Ini cukup sekian dulu terima kasih jazakumullah khoir.



8 komentar: